Amiruddin, Amiruddin (2024) MAKNA LAUHUL MAHFUDZ DAN TAKDIR DALAM AL QUR’AN (ANALISIS TERHADAP TAFSIR AL-MISHBAH). Other thesis, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
8. BAB III.pdf - Published Version
Download (8MB) | Preview
Abstract
Lauhul mahfudz dan takdir adalah dua istilah yang berkaitan erat satu sama lain.
Lauhul mahfudz adalah tempat yang menampung hal-hal yang telah, sedang, dan
akan terjadi yang isinya bisa saja berubah atas kehendak Tuhan dengan ketentuan
tertentu. Sedangkan takdir adalah ketentuan dan pengaturan yang sangat teliti dan
konsisten tentang sesuatu yang berlaku di alam raya yang telah ada di lauhul
mahfudz. Pembahasan kedua istilah tersebut telah dimulai sejak zaman Nabi,
sahabat, tabi’in, bahkan masih menjadi kajian yang sangat menarik perhatian
sampai sekarang. Sehingga konsep tentang keduanya tidak pernah lepas dari
perdebatan, bahkan perdebatan tentang keduanya menjadi salah satu faktor
lahirnya aneka ragam aliran pemikiran dalam Islam. Jenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research).
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tematik dengan cara
penentuan topik, pengumpulan ayat yang berkaitan dengan topik serta
penafsirannya dalam al-Mishbah, penyusunan kerangka yang sempurna,
melengkapinya dengan tafsir mu’tabar, dan melakukan analisis terhadap
penafsiran al-Mishbah dan penafsiran mu’tabar, pengambilan kesimpulan.
Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap makna lauhul mahfudz dan takdir
dalam al-Quran perspektif tafsir al-Mishbah. Lauhul mahfudz dalam al-Mishbah
dimaknai sebagai ciptaan Allah yang di dalamnya tertulis segala sesuatu yang
berlaku di langit dan di bumi, di dunia, dan di akhirat kelak. Berdasarkan term dan
kontek ayat, lauhul mahfudz dimaknai dengan tiga pemaknaan, lauhul mahfudz
yang hanya menampung hal yang telah, sedang dan akan terjadi, lauhul mahfudz
yang isi kandungannya bersifat pasti, lauhul mahfudz yang isi kandungannya bisa
berubah atas kehendak Tuhan dan dengan syarat tertentu, lauhul mahfudz yang isi
kandungannya hanya diketahui oleh Allah. Takdir dalam al-Mishbah dimaknai
dengan empat pemaknaan, yaitu takdir mutlak Tuhan tentang alam semesta
sebagai pengaturan dan ketentuan yang sangat sempurna untuk menunjukkan
konsistensi dan hikmah dari hukum-hukum-Nya, takdir mutlak Tuhan terhadap
manusia sebagai ketentuan dan ketetapan untuk kebaikan manusia, takdir khusus
para nabi dan rasul yang tidak berlaku pada makhluk lain, takdir Tuhan terhadap
manusia berdasarkan ikhtiarnya sebagai makhluk yang punya kebebasan untuk
memilih, dan takdir manusia sebagai hukum sebab akibat yang masih berkaitan
erat dengan usaha manusia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lauhul Mahfudz, Takdir, Tafsir al-Mishbah |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences |
| Depositing User: | Repository Manager |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 02:47 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 02:48 |
| URI: | https://repository.staindirundeng.ac.id/id/eprint/36 |

