EMPOWERS IR

Penelusuran Data IR
Telusuri data di dalam IR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IR dalam seminggu terakhir.
FAQ
Lihat berbagai macam pertanyaan terkait IR yang sering diajukan kepada kami.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Riba Menurut Sayyid Qutbh (Kajian Tafsir Fizilalil Qur’an)

Defri Mulia, Ryo (2017) Riba Menurut Sayyid Qutbh (Kajian Tafsir Fizilalil Qur’an). Skripsi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh.

[img] Text
RYO DEFRI MULIA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (800kB) | Request a copy

Abstract

Mengenai riba, Islam bersikap keras dalam persoalan ini karena semata-mata demi melindungi kemaslahatan manusia baik dari segi akhlak, masyarakat maupun perekonomiannya. Riba adalah suatu akad untuk mengganti barang yang sudah ditentukan tanpa diketahui sesuatu yang menyamainya dalam pandangan syara’, baik saat melakukan akad maupun dengan diakhirkan keduanya atau salah satu. Pendapat lain mengatakan, Riba adalah penambahan terhadap sesuatu yang sudah di tentukan. Dalam surat Al-Baqarah: 275 Allah swt berfirman, “Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”.Dalam praktek riba, secara umum riba sendiri terbagi atas dua macam; riba nasi’ah (riba penundaan), riba fadhl (riba perniagaan). Penelitian skripsi ini tentang masalah riba menurut sayyid Quthb dalam Tafsir Fizilalil Qur’an, Adapun tujuan yang ingin di capai adalah untuk mengetahui bagaimana penafiran riba menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir Fizilalil Qur’an. Dalam pengumpulan data penulis menelaahkitab Tafsir Sayyid Tafsir Fizilalil Qur’an, buku, bahan bacaan, dan intetnet, dan literatur lainnya yang ada relevansinya dengan judul penelitian dalam skripsi ini. Penelitian ini sepenuhnya penelitian pustaka yang didukung oleh kepustakaan diperlukan untuk mencari: teori-teori, konsep-konsep dan dokumen- dokumen yang berhubungan dengan penelitian ini. Adapun hasil dari peneltian ini ialah,Sayyid Quthb berpendapat bahwa riba pada zaman jahiliyah yang di kenal dnegan riba nasi’ah adalah riba yang jelas di haramkan oleh Allah swt, karena mengandung unsur adh’afan mudha’afa. Riba semacam ini secara tegas di larang oleh Allah swt sedangkan riba dalam bentuk yang lain Sayyid Quthb mengharamkannya juga. 1 BAB

Item Type: Skripsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Admin 1 STAIN TDM
Date Deposited: 31 May 2018 04:18
Last Modified: 31 May 2018 04:18
URI: http://repository.staindirundeng.ac.id/id/eprint/120

Actions (login required)

View Item View Item