EMPOWERS IR

Penelusuran Data IR
Telusuri data di dalam IR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IR dalam seminggu terakhir.
FAQ
Lihat berbagai macam pertanyaan terkait IR yang sering diajukan kepada kami.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Analisis Pendapat Yusuf Al-Qardhawi Terhadap Penggunaan Zakat Untuk Tempat Ibadah

Herdianti, Cut Mona (2017) Analisis Pendapat Yusuf Al-Qardhawi Terhadap Penggunaan Zakat Untuk Tempat Ibadah. Laporan Penelitian, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh.

[img] Text (Skripsi Mahasiswa STAIN)
CUT MONA HERDIANTI.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

zakat adalah bagian dari harta yang dikeluarkan atau diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sesuai dengan perintah Allah. Zakat adalah hak tertentu yang diwajibkan Allah terhadap harta kaum muslimin yang diperuntukkan bagi fakir miskin dan mustahik lainnya, sebagai tanda syukur atas nikmat Allah dan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta membersihkan diri dari hartanya. Sekarang ini penggunaan zakat tidak hanya berkaItan kebutuhan asnaf sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an saja akan tetapi mencakup kebutuhan lainnya seperti membangun mesjid dengan uang zakat. Para ulama banyak yang membahas masalah penggunaan zakat untuk membangun tempat ibadah, salah seorang diantaranya adalah Yusuf AlQardhawi. Penulis ingin melihat lebih jauh mengenai pendapat Yusuf Al-Qardhawi tentang penggunaan zakat untuk tempat ibadah dan penulis bukukan dalam skripsi yang berjudul Analisis Pendapat Yusuf Al-Qardhawi Terhadap Penggunaan Zakat Untuk Tempat Ibadah. Pembahasan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Yusuf Qardhawi mengenai penggunaan zakat untuk tempat ibadah, dan metode yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah deskriptif analisis. Berdasarkan pembahasan yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa menggunakan zakat untuk membangun masjid termasuk ke dalam ashnaf fi sabilillah sebagai mustahik zakat. Menurut Yusuf Al-Qardhawi membangun sebuah masjid di kawasan Teluk biayanya cukup digunakan untuk membangun sepuluh atau lebih masjid di negara-negara muslim yang miskin yang padat penduduknya, sehingga satu masjid saja dapat menampung puluhan ribu orang. Dari sini Yusuf Al-Qardhawi merasa mantap memperbolehkan menggunakan zakat untuk membangun masjid di negara-negara miskin yang sedang menghadapi serangan kristenisasi, komunisme, zionisme, Qadianiyah, Bathiniyah, dan lain-lainnya. Bahkan kadang-kadang mendistribusikan zakat untuk keperluan ini dalam kondisi seperti ini lebih utama daripada didistribusikan untuk yang lain.

Item Type: Laporan Penelitian
Uncontrolled Keywords: Yusuf Al-Qardhawi, Penggunaan Zakat Untuk Tempat Ibadah
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Admin 3 STAIN TDM
Date Deposited: 14 Feb 2018 04:15
Last Modified: 14 Feb 2018 04:17
URI: http://repository.staindirundeng.ac.id/id/eprint/11

Actions (login required)

View Item View Item